Rabu, 18 November 2015 0 komentar
Untuk semua perempuan, yg merasakan hal yg kurang lebih sama seperti aku, sakit hati karena diduakan dan ditinggalkan, aku punya satu obrolan yg sangat menohok aku banget. Yang membuat aku berhenti mengeluh tentang semua masalah yg menimpaku.

Saat aku menjabarkan ke seorang temanku, bagaimana aku sakit hati dan putus asa. Ingin mati dan menyalahkan Tuhan kenapa harus aku yang merasakan ini semua, temanku itu memberikan nasehat yang kurang lebih sama seperti orang lain.

"Kamu gak boleh begitu. Semua pasti ada hikmahnya. Ingat kamu harus kuat demi anak2 kamu."

Aku mati rasa dengan kata2 seperti itu.
Berikutnya, dia bertanya.

"Saat yg paling membahagiakan dalam hidup kamu itu, kapan?"

Aku jawab, "Saat anak2ku lahir..."

"Pernahkah kamu bertanya kepada Tuhan, kenapa Dia memberikan kamu kebahagiaan sebesar itu?"


......


Aku diam... Rasanya pengen banget menangis.
Karena jawabannya adalah "TIDAK"
.....
Senin, 19 Oktober 2015 0 komentar
This baby inside my tummy, knows me so well.

Tau banget rasa sakitku seperti apa.

Kami satu tubuh dua jiwa.

Setiap proses sakit dan sembuh, ia merasakan..
0 komentar
Aku mengalami ini semua saat aku mengandung anakku yang ketiga.

Sampai sejauh mana aku bisa mengenal dan mengetahui tangan Tuhan dalam membawaku di kehidupan ini?

Mengapa harus terjadi saat sudah ada anak2?

Mengapa saat aku mengandung anak ketiga?

Mengapa saat semua terasa lengkap dan tercukupi?
0 komentar
Dear God,

Seberapa kuat Kau ingin aku menjadi seorang wanita?
 
;